Tampilkan postingan dengan label SCIENCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SCIENCE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Pranav Mistry, Si jenius Penemu 6'th Sense Technology



Teknologi terbaru ini dinamai 6'th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam. Penemunya seorang jenius asal India yang juga seorang insinyur terkenal lulusan MIT (Massachusetts Institute of Technology) bernama Pranav Mistry.

Pranav dengan jenius telah menciptakan alat yang memadukan gerak tubuh (gesture) dengan dunia komputasi digital. Dengan teknologi ini kita bisa melakukan apa pun tanpa harus mengunakan alat yang berbeda dan tanpa harus berada di depan komputer.

Ide awal penemuan teknologi ini adalah bagaimana kita tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan gampang tanpa harus membawa banyak peralatan digital seperti kamera, ponsel, ataupun laptop, sekaligus dapat terhubung secara online terus menerus untuk menerima dan mencari informasi.



6'th Sense Technology

1. Kamera
Webcam menangkap obyek di depan dan melakukan tracking terhadap gerakan tangan user. Data dikirimkan ke smart phone.

2. Tanda jari berwarna
Pada jari terdapat tanda berwarna merah, kuning, hijau, dan biru yang membantu kamera menangkap gerakan tangan. Namun pada perkembangan teknologi ini Pranav Mistry telah menciptakan algoritma pengenalan gerak tubuh sehingga kelak tidak lagi diperlukan tanda berwarna pada jari tersebut.

3. Proyektor
Sebuah proyektor yang menggunakan LED (light emiting diode) menampilkan data yang dikirim dari smart phone ke sembarang permukaan di posisi depan user. Bisa tembok, kertas, tangan, atau orang. Saat ini Pranav sedang merancang membuat proyektor laser agar ketajamannya lebih tinggi.

4. Smart Phone

Sebuah smart phone yang terkoneksi ke Web akan memproses data video dengan menggunakan algoritma pencitraan untuk mengidentifikasi obyek. Sebuah software khusus lain melakukan searching di Web untuk ‘menterjemahkan’ gerakan tangan.


Lalu bagaimana cara kerjanya?

Patty Maes, sang dosen Pranav menjelaskan bahwa cara kerja perangkat tersebut berdasar image and character recognition (pengenalan gambar dan karakter).

Alat utama yang digantungkan di dada terdiri dari webcam, proyektor mini, cermin, dan smart phone. Sedangkan pada ujung jari telunjuk dan jempol kedua tangan dipasang colored cap (tanda berwarna), yang terdiri dari empat warna berbeda, merah, hijau, kuning dan biru.

Kamera berfungsi mengenali gambar, wajah, atau teks, sekaligus mengenali gerakan perintah kedua ujung jari telunjuk dan jempol.

Proyektor digunakan untuk menampilkan interface (sebagai pengganti monitor) sekaligus menampilkan data-data tertentu yang akan diproyeksikan ke sembarang media mulai dinding, kertas, hingga telapak tangan.

Sedangkan smart phone digunakan untuk komunikasi suara dan akses data dengan Web.



Menurut Patty perangkat teknologi ini masih berupa prototype, dan biaya pembuatannya tidak lebih dari US$350. Jika rencana produksi secara masal terwujud hampir pasti harganya jauh lebih murah dengan disain yang lebih simpel dan futuristik.

Mengapa dinamai 6'th Sense Technology? Masih menurut Patty karena perangkat ini dikendalikan berdasarkan gerakan tubuh kita seakan-akan melengkapi lima indera yang lain. Itulah alasannya.

Headphone dan Speaker Dalam Satu Alat

Berbagi headphone dengan teman ketika mendengarkan lagu bukanlah hal yang menyenangkan. Jika kita perhatikan, output suara instrumen musik dalam sebuah lagu  terpecah melalui kedua sisi headphone. Jadi, ketika kita berbagi headphone, beberapa elemen suara dari lagu yang didengarkan pun akan hilang dan keindahan lagu tersebut tidak dapat kita dengarkan secara sempurna. Belum lagi pergerakan dan jarak badan kedua pengguna headphone juga bisa menjadi masalah. Sedikit bergerak dan menjauh, maka earpiece headphone pun terlepas. Kenikmatan mendengarkan lagu pun terhenti sejenak.
Salah satu jalan keluar yang cukup efektif adalah untuk menyiapkan headphone dan speaker secara terpisah. Kita dapat menggunakan headphone ketika ingin mendengarkan lagu sendiri dan ketika ingin berbagi dengan teman, speaker baru dikeluarkan. Hanya saja, tidak semua orang mau dirumitkan dengan barang bawaan ekstra yang belum tentu digunakan juga.



Zumreed X2 Hybrid menawarkan sebuah jawaban praktis untuk permasalahan tersebut. Headphone pabrikan Jepang ini dapat digunakan sebagai headphone konvensional dan juga sebagai speaker. Hanya dengan menekan satu tombol, bagian belakang headphone tersebut berubah menjadi sebuah speaker yang dapat digunakan selama 4 jam. Pengguna memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk mengisi daya baterai perangkat ini. Mendengarkan lagu dengan teman pun menjadi lebih simple. Sayangnya, output suara dari speaker Zumreed X2 Hybrid jauh dari kata “luar biasa”, yaitu sebesar 0,5 watts. Tetapi untuk satu alat yang memiliki dua fungsi sekaligus, kekuatan suara speaker ini sudah cukup bagus.
Headphone Zumreed X2 Hybrid ini akan keluar di pasaran sekitar bulan Mei 2011, dengan harga $165.

Selasa, 14 Juni 2011

Mesin Komputasi IBM Menangkan Kuis Jeopardy!



Mesin komputasi IBM yang bernama 'Watson' telah bertanding di acara kuis terpopuler di AS, Jeopardy! melawan dua kontestan paling populer, Ken Jennings dan Brad Rutter.

Pertandingan manusia lawan mesin yang pertama ini telah disiarkan pada pertengahan Februari lalu di stasiun televisi lokal. Mesin komputasi Watson, diambil dari nama pendiri IBM, Thomas J. Watson, dibangun oleh tim ilmuwan IBM yang bertekad untuk mencapai sesuatu yang sangat luar biasa, membangun sebuah sistem komputasi yang dapat menandingi kemampuan manusia menjawab pertanyaan yang diajukan dalam bahasa alami dengan cepat, tepat dan meyakinkan.

Format Jeopardy! menawarkan tantangan yang sesungguhnya karena petunjuk dalam permainan ini mengharuskan pesertanya untuk mengartikan apa yang tersirat, berbagai ironi, teka-teki dan petunjuk-petunjuk rumit lainnya. Semua ini merupakan keunggulan manusia jika dibandingkan komputer-komputer tradisional.

Yang telah bertanding melawan Watson adalah dua pemain Jeopardy! yang paling terkenal. Ken Jennings memecahkan rekor Jeopardy! dengan mengikuti paling banyak permainan berturut-turut dan memenangkan 74 permainan berturut-turut selama periode 2004-2005. Selama bertanding di Jeopardy! ia telah mengantongi hadiah lebih dari USD2,5 juta. Sedangkan Brad Rutter memecahkan rekor jumlah hadiah yang diperoleh seorang pemain Jeopardy!, dengan total hadiah USD3,255 juta. Jumlah ini adalah hadiah yang dimenangkan Rutter di tahun 2000, ditambah hadiah di tiga turnamen lain.

Hadiah utama pada pertandingan ini adalah USD1 juta untuk pemenang pertama, USD300.000 untuk pemenang kedua dan USD200.000 untuk pemenang ketiga. Rutter dan Jennings akan menyumbangkan 50 persen dari hadiah yang mereka menangkan untuk amal dan IBM akan menyumbangkan seluruh hadiah yang dimenangkannya untuk amal. Pada akhir pertandingan ini, Watson keluar sebagai pemenang utama dan memenangkan USD77.147, Ken Jennings datang kedua dengan USD24.000, sedangkan Brad Rutter sebagai pemenang ketiga dengan meraih USD21.600.

"Selama empat tahun, tim ilmuwan kami mengembangkan Watson agar siap menghadapi tantangan ini dengan kemampuannya untuk secara cepat mengerti petunjuk yang diberikan dalam Jeopardy!, menganalisa informasi yang dapat diaksesnya, menemukan jawaban yang tepat, dan menjawab pertanyaan dengan penuh keyakinan," jelas Dr David Ferrucci, ilmuwan yang memimpin Tim Riset IBM yang menciptakan Watson.

"Tim kami sangat termotivasi oleh kemungkinan-kemungkinan yang dapat diwujudkan oleh kemampuan komputasi Watson yang tiada tara ini untuk membangun planet yang lebih pintar dan membantu umat manusia menyelesaikan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ujarnya.

Musim semi ini, Watson memainkan lebih dari 50 'latihan tanding' melawan peserta-peserta Tournament of Champions Jeopardy! sebagai persiapan untuk penampilan perdananya di TV. Selain itu, Watson telah mengikuti dan lulus tes calon peserta Jeopardy! yang biasanya diikuti calon peserta manusia. Ini memberikan keyakinan kepada produser-produser Jeopardy! bahwa pertandingan ini akan menarik dan kompetitif.

Di samping Jeopardy!, teknologi yang mendukung Watson dapat diadaptasikan untuk mengatasi berbagai masalah dan mendorong perkembangan di banyak bidang. Komputer ini dapat mencari informasi yang tepat dari gunungan data yang ada dan menjawab pertanyaan dengan penuh keyakinan. Teknologi ini dapat diterapkan di bidang-bidang seperti pemeliharaan kesehatan, yaitu dengan membantu secara akurat mendiagnosa pasien, meningkatkan layanan online di meja bantu, menyediakan informasi tertentu tentang suatu kota untuk para turis dan masyarakat umum, melayani pelanggan via telepon, dan lain-lain.

Watson adalah terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan dalam kemampuan Bertanya dan Menjawab, atau yang sering disebut 'Q&A'. Piranti lunak Watson didayai oleh server IBM POWER7 yang dioptimalkan untuk menangani berbagai pekerjaan sekaligus yang harus dilakukan Watson dengan kecepatan tinggi guna menganalisa bahasa yang rumit dan memberikan jawaban yang tepat atas petunjuk-petunjuk Jeopardy!. Sistem ini terdiri dari berbagai teknologi tertutup (proprietary) yang menangani perintah memproses data dan pekerjaan secara bersamaan, di samping menganalisa informasi secara real-time.

Jeopardy!, pemenang 28 penghargaan Emmy sejak debut sindikasinya di tahun 1984, masuk dalam Guinness Book of World Records untuk rekor jumlah penghargaan yang dimenangkan oleh sebuah acara permainan TV. Acara ini juga menuduki peringkat pertama dalam kategori acara kuis sindikasi dengan 9 juta pemirsa setiap harinya. Jeopardy! diproduksi oleh Sony Pictures Television, sebuah Sony Pictures Entertainment Company. Acara ini didistribusikan di dalam negeri oleh CBS Television Distribution dan secara internasional oleh CBS Television International, keduanya unit CBS Corp. (srn)

Kemampuan X-Ray Dibawa ke Dalam Ukuran yang Lebih Compact




Alat X-ray sebenarnya bukan teknologi baru atau sekadar imajinasi orang yang dituangkan ke dalam karakter buku komik. Alat X-ray dapat kita temukan di airport yang digunakan untuk memeriksa isi bawaan penumpang pesawat dan di rumah sakit sebagai alat bantu mendeteksi berbagai penyakit. Saat ini, perangkat tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Bagaimana kalau teknologi ini dibuat dalam bentuk yang compact dan portabel, seperti kacamata X-ray yang keberadaannya didambakan oleh banyak orang?
Di bawah pimpinan Prof. Reza Zoughi, para peneliti dari Missouri University of Science and Technology berhasil mengembangkan alat yang dapat membawa teknologi X-ray ke dalam bentuk yang lebih kecil. Alat ini dapat menunjukkan secara real-time struktur di dalam objek dengan menggunakan radiasi microwave. Untuk saat ini, barang yang ingin diperiksa harus diletakkan di antara alat yang mengeluarkan radiasi microwave dan alat yang menerima radiasi tersebut. Apabila dilihat dari foto, alat ini memang tidak terlihat sederhana, tetapi para peneliti sedang berusaha membuatnya ke dalam bentuk dan ukuran seperti kamera video biasa. Mereka juga mengatakan bahwa nantinya alat ini dapat menghasilkan gambar 3D atau hologram.
Teknologi yang masih dalam tahap pengembangan ini rencananya akan digunakan sebagai alat pendeteksi kerusakan lapisan isolator pada pesawat, penyakit dan kondisi kulit manusia, kerusakan struktur gedung akibat rayap, dan menemukan senjata tersembunyi sebagai bagian keamanan di airport.

Seorang Pria Asal Swedia Menggabungkan Shotgun Dengan Gitar Listrik

Para penikmat film El Mariachi, Desperado, dan Once Upon A Time In Mexico pasti sudah tidak asing lagi dengan penggabungan antara alat musik dengan senjata api. El Mariachi, tokoh protagonis dalam ketiga film tersebut, menggabungkan berbagai jenis persenjataan ke dalam tas gitarnya. Belum lama ini pihak kepolisian Swedia menemukan hal serupa. Hanya saja sang pelaku tidak lagi menggunakan tas gitar, melainkan menggabungkan senjata ke dalam tubuh sebuah gitar listrik.


Pihak kepolisian Swedia menemukan sebuah gitar listrik yang dipajang di dinding. Setelah diperiksa dengan detail, ternyata gitar tersebut telah dimodifikasi secara radikal oleh pemiliknya. Pria berusia 54 tahun ini menggunakan berbagai komponen shotgun dan mentransformasi gitar listriknya menjadi senjata yang mematikan dan dapat dengan sukses mengelabui orang. Leher gitar tersebut dikosongkan dan dimasukkan laras shotgun, sedangkan mekanisme pelatuknya diletakkan pada bagian tubuh dan rangkaian senar.
Selain kombinasi gitar dan shotgun tersebut, polisi juga menemukan enam senjata dan amunisi yang dibeli tanpa izin serta beberapa sticker milik tiga gang di area Lulea, Swedia. Bukti-bukti ini mengundang kecurigaan polisi bahwa pria tersebut menjalankan praktek jual-beli senjata ilegal. Namun, menurut pengakuan tersangka, koleksi dan modifikasi senjata ini merupakan terapi untuk menjauhkannya dari alkohol.
Melihat kejadian ini, saya rasa tidak hanya orang yang membawa buku besar yang perlu Anda waspadai, mereka yang membawa alat musik pun patut dicurigai.

WaveJet : Papan Selancar dengan Mesin Jet




Sebuah inovasi telah membawa olahraga selancar kepada khalayak yang lebih luas. Tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengayuh papan selancar dan memosisikan diri agar mendapatkan dorongan ombak yang tepat tidak lagi menjadi masalah. Kini telah hadir WaveJet, sebuah papan selancar yang didesain oleh Steve Walden. Kelebihan papan selancar ini terletak di motor penggerak yang bersembunyi di dalam tubuh papan yang ketebalannya sedikit melebihi 3 inci. Papan selancar ini dapat melaju dengan kecepatan 19 kilometer per jam atau kurang-lebih 3 kali lebih cepat dibanding mengayuh secara manual. Pengguna hanya perlu berdiri atau berbaring dengan tenang di atas papan selancar futuristik ini.
WaveJet dilengkapi dengan dua baterai lithium-ion yang memberi asupan tenaga kepada dua motor penggerak hingga 39 menit. Pengguna dapat menghidupkan dan mematikan motor penggerak tersebut melalui remote control yang didesain serupa dengan jam tangan. Hal ini memudahkan pengguna dalam mengontrol papan selancar, apalagi ketika terjatuh karena hantaman ombak yang keras. WaveJet tersedia dalam 11 model papan selancar, termasuk paddle board dan papan khusus untuk penjaga pantai.
Tujuan utama papan selancar WaveJet adalah untuk memudahkan para peselancar amatir untuk mendalami olahraga ini. Dengan estimasi harga US$4.500 atau sekitar Rp39 juta, apakah ada yang tertarik?

Solar Impulse : Penerbangan Internasional Pesawat Bertenaga Surya

Solar Impulse HB-SIA merupakan sebuah pesawat bertenaga surya yang diproduksi di Swiss. Pesawat ini telah berhasil melakukan penerbangan internasional pertamanya, yaitu dari Kota Payerne, Swiss, hingga kota Brussels, Belgia. Perjalanan yang menempuh jarak 480 kilometer ini telah membawa pesawat Solar Impulse melayang melewati dataran Prancis dan Luxemborg di ketinggian 3.600 meter dengan durasi penerbangan selama 12 jam.



Penerbangan dari Swiss menuju Belgia ini bukanlah penerbangan pertama pesawat Solar Impulse HB-SIA. Juli tahun lalu, pesawat ini telah berhasil melakukan penerbangan hingga lebih dari 26 jam di atas dataran Swiss dengan ketinggian 9.235 meter. Semua ini dilakukan dengan hanya menggunakan tenaga surya yang bahkan cukup untuk menerbangkan pesawat ini pada malam hari. Namun, percobaan yang sebenarnya baru terjadi saat pesawat ini harus melakukan penerbangan melalui jalur internasional, layaknya pesawat komersial lainnya.
Solar Impulse HB-SIA memang hanya memiliki satu tempat duduk, tetapi memiliki sayap yang terlihat tidak proporsional dengan badannya. Sayap pesawat bertenaga surya ini memiliki panjang sekitar 64 meter. Di sepanjang sayap tersebut terdapat 12.000 solar cell yang memberikan asupan energi kepada mesin elektrik bertenaga 10 horsepower yang menggerakkan empat baling-baling.
Tim pengembang Solar Impulse rencananya akan membawa teknologi ini ke dalam skala yang lebih besar. Diperkirakan, antara tahun 2013 dan 2014, mereka akan menghadirkan pesawat bertenaga surya dengan ukuran yang lebih besar. Tampaknya, penerbangan bertema “ramah lingkungan” akan menjadi tren di masa depan.

Scanner Laser Menjadi Tongkat Virtual Bagi Para Tunanetra

Para tuna netra dapat berjalan sendiri dengan bantuan sebuah tongkat yang digunakan untuk mendeteksi setiap rintangan di hadapannya. Namun, bagaimana dengan tuna netra yang memerlukan bantuan kursi roda untuk bergerak? Apakah mereka harus menggerakan kursi roda dengan satu tangan dan tangan lainnya menggenggam tongkat? Kegiatan ini tidak terkesan sederhana ataupun mudah sama sekali.


Sekelompok peneliti dari Universitas Teknologi Luleå, Swedia, menciptakan sebuah kursi roda elektrik yang dilengkapi dengan scanner laser. Scanner ini berperan seperti tongkat virtual yang memeriksa setiap rintangan di sekitar kursi roda. Dari hasil scan tersebut, sebuah sistem akan mengirimkan umpan balik kepada pengguna yang memungkinkan mereka untuk merasakan setiap benda di sekitarnya. Hal ini dapat memudahkan pengguna untuk menavigasikan kursi roda mereka tanpa menabrak rintangan apa pun, baik pejalan kaki maupun barang-barang di sekitarnya.
Tes publik pertama dilakukan oleh salah satu mahasiswa Universitas Teknologi Luleå bernama Daniel Innala Ahlmark. Ia sendiri memiliki keterbatasan penglihatan yang justru membuatnya menjadi kandidat yang tepat untuk melakukan pengetesan kursi roda elektrik ini di lapangan. Sistem scanner laser yang digunakan diklaim memiliki efek yang serupa dengan penggunaan tongkat sebagai alat pendeteksi rintangan pada saat berjalan.
Tim peneliti dari Universitas Teknologi Luleå mengaku bahwa sistem scanner laser ini masih berada dalam tahap pengembangan. Hingga saat ini, sistem ini hanya dapat mendeteksi setiap rintangan yang berada di level ketinggian yang sama dengan laser tersebut. Salah satu solusi yang dipertimbangkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan penggunaan kamera 3D. Diperkirakan setidaknya sistem scanner laser untuk kursi roda ini baru akan siap diproduksi untuk konsumen dalam lima tahun mendatang.

Source: Gizmag

Uno III Streetbike : Inovasi Sepeda Motor Masa Depan

Kemacetan mungjin menjadi momok setiap kota besar yang ada di dunia. Di Jakarta sendiri, kemacetan telah menjadi “penyakit kronis” yang sulit sekali disembuhkan. Setidaknya, Jakarta tidak sendiri, beberapa kota besar di negara berkembang pun mengalami hal yang sama.
Salah satu solusi menghindari kemacetan adalah mengendarai sepeda motor. Yap! Setidaknya itulah yang terlihat di hampir jalanan semua kota besar di Indonesia: parade motor berbagai merek. Apakah akhirnya sepeda motor menjadi solusi kemacetan? Bagi pengendara sepeda motor itu sendiri, mungkin ya. Namun, bagi pengguna jalan lainnya: tentu tidak! Belum lagi polusi yang ditimbulkan jutaan kendaraan bermotor tersebut setiap harinya.
Pemikiran sejenis mungkin melatarbelakangi penciptaan sebuah sepeda motor masa depan bergaya futuristik, U3. Seorang pemuda Kanada bernama Benjamin Gulak mendapatkan inspirasi saat mengunjungi Beijing, Hong Kong, dan Shanghai. Ia melihat bahwa kemacetan telah menjadi masalah yang sangat krusial di beberapa kota besar. Belum lagi, polusi yang terjadi sudah berada di ambang kecemasan karena dapat mengganggu kesehatan.
Benjamin pun mendesain sebuah sepeda motor dengan konsep yang sedikit berbeda dengan motor pada umumnya. U3, atau Uno III Streetbike, begitu ia menamai motor ciptaannya, dilengkapi dengan tiga roda, dua roda paralel di bagian belakang dan satu roda depan. U3 bisa “berubah wujud” dari sepeda motor biasa menjadi “mesin dengan gaya unicycle” hanya dengan satu sentuhan tombol. Kelebihan lainnya, U3 didesain dengan konsep elektrik yang tentu lebih ramah lingkungan dibandingkan sepeda motor konvensional.



U3 menggunakan sistem kontrol giroskopis untuk menjaga keseimbangannya selama digunakan. Dasarnya, ia menggunakan kontrol yang sama dengan sepeda motor umum, baik untuk akselerasi, handle bars, dan rem tangan. Jadi, pengguna motor konvensional tidak akan mengalami kecanggungan saat menggunakan U3. Sepeda motor ini memiliki dua mode, yaitu “uno mode” dan “motorcycle mode”. Uno mode menggunakan konfigirasi dua roda yang terletak bersisian secara paralel. Dalam mode ini, U3 dapat digunakan untuk gerakan maju dan mundur dengan kecepatan rendah. Saking rampingnya, saat dalam mode ini, U3 bisa masuk ke dalam sebuah lift!
Untuk motorcycle mode, U3 menggunakan sebuah roda depan tambahan. Saat digunakan, U3 bertransformasi menjadi kendaraan roda tiga. Mode ini dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi para pengguna agar kegiatan berkendaranya lebih stabil namun tetap dapat mendapatkan kecepatan tinggi.
U3 akhirnya terealisasi untuk benar-benar dirancang menjadi sepeda motor sebenarnya setelah melewati beberapa kali penyempurnaan prototipe yang sudah dilakukan sejak 2008. Kendaraan mengagumkan tersebut saat ini sedang diproduksi oleh perusahaan desain motor milik Benjamin sendiri, BPG Motors.
Kendaraan ini didesain dengan ukuran yang cukup mungil, berkecepatan hingga 30 mph, dan mampu menempuh jarak sejauh 30—35 mil dengan sekali isi ulang (membutuhkan waktu 3—4 jam untuk sekali isi ulang). Rencananya, sepeda motor ini akan dihargai US$7.500.


Schumacher Mi3 : Mobil R/C yang Mampu Mengalahkan Kecepatan Mobil Biasa

Mobil Remote-controlled (R/C) merupakan salah satu mainan yang tidak pernah membosankan, khususnya bagi para penggemar otomotif. Baik R/C dengan motor elektrik maupun yang menggunakan bahan bakar minyak, keduanya dapat dijadikan barang koleksi. Namun, yang lebih penting lagi, R/C dapat digunakan untuk balapan.
Nic Case, seorang penggemar mobil R/C, berhasil menciptakan R/C tercepat di dunia yang diberi nama Schumacher Mi3. Apalagi yang diharapkan dari sebuah mobil R/C yang menyandang nama anyar dalam dunia otomotif selain menjadi pemegang rekor kecepatan? Kecepatan maksimal yang berhasil dicapai oleh R/C ini mencapai 260,33 kilometer per jam!



R/C Schumacher Mi3 dibuat oleh Nic Case dalam waktu sekitar enam bulan. Total biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, bahkan melampaui angka USD 4 ribu. Mainan yang memegang rekor kecepatan ini dilengkapi juga dengan chassis berbahan carbon-fiber, motor bertenaga 11-horsepower, dan baterai 12-cell.
Sebagai seseorang yang terobsesi dengan kecepatan dan mobil R/C, Nic Case belum merasa puas dengan kecepatan maksimal yang dicapainya dengan Schumacher Mi3. Rekor kecepatan mobil R/C yang mencapai 260,33 kilometer per jam masih ingin dipecahkan lagi. Oleh karena itu, Nic Case mulai mengembangkan proyek R/C terbarunya yang diberi nama “Streamliner”. R/C ini ditargetkan akan dapat mencapai kecepatan maksimal 321,87 kilometer per jam.
Dengan kecepatan setinggi itu, mungkin mobil R/C ini lebih cocok digunakan untuk balapan drag. Apakah Anda tertarik untuk memiliki mobil R/C yang cukup cepat untuk mengalahkan mobil-mobil yang berlalu lalang di jalanan?

dAlH2Orean : Mobil Radio Kontrol Berbahan Bakar Sampah

Film komedi sci-fi yang sempat terkenal di era 80-an, Back To The Future, menceritakan petualangan Dr. Emmett Brown dan Marty McFly melintasi ruang dan waktu dengan menggunakan sebuah mobil bernama DeLorean. Dalam salah satu adegan, diperlihatkan Dr. Brown mengambil sampah kaleng bekas yang kemudian digunakan untuk menghidupkan mobil tersebut. Terinspirasi dari adegan ini, dua orang peneliti dari Universitas Politeknik ETSEIAT, Spanyol, menciptakan sebuah mobil radio kontrol yang menggunakan bahan bakar serupa.


Aleix Llovet dan Xavier Saluena menciptakan sebuah mobil radio kontrol yang menggunakan bahan bakar tutup kaleng soda dan sampah aluminium yang didaur ulang. Untuk menghormati inspirator proyek ini, mobil radio kontrol ciptaan kedua peneliti tersebut dinamakan dAlH2Orean. Ini merupakan mobil radio kontrol pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar dari sampah aluminium yang dicampur dengan sodium hidroxid yang dilarutkan dalam air. Sistem tenaga penggerak ini diklaim tidak menghasilkan emisi CO2 sama sekali sehingga dapat dikatakan sangat ramah lingkungan.
Bahan bakar alternatif sering diasosiasikan dengan gerakan kendaraan yang lambat. Namun, beda halnya dengan dAlH2Orean. Walaupun hanya sekadar mobil radio kontrol, dAlH2Orean memiliki kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Kehadiran mobil radio kontrol ini menunjukkan potensi penggunaan sampah aluminium sebagai bahan bakar kendaraan. Dengan cara ini, pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan dengan mengurangi emisi CO2 di udara, tetapi juga dengan mengurangi sampah aluminium yang berceceran.

Motor Bertenaga Listrik Dengan Kecepatan 254 Kilometer Per Jam

Pada akhir tahun 2009, Chris Yates, seorang pembalap dan teknisi motor, memulai proyek membangun sebuah motor balap bertenaga listrik. Ia memodifikasi motor Suzuki GSX-R600 untuk berjalan menggunakan tenaga baterai Lithium-ion dengan berat 90 kilogram yang menghasilkan tenaga sebesar 194hp. Namun, itu saja tidak cukup. Untuk menambah tenaga motor balap tersebut, Chris Yates menggunakan sebuah teknologi yang mengonversi tenaga kinetik dari ban motor menjadi tenaga listrik. Teknologi tersebut disebut dengan Kinetic Energy Recovery System (KERS). Teknologi ini memberikan tenaga listrik lebih bagi motor tanpa menambah berat tubuhnya.


Tenaga dan kecepatan motor Suzuki GSX-R600 yang dimodifikasi oleh Chris Yates sangat impresif. Pada umumnya, kendaraan bertenaga listrik tidak identik dengan kecepatan, apalagi kalau dibandingkan dengan kendaraan lain yang menggunakan bahan bakar minyak, khususnya bensin. Namun, hasil balapan antara motor Chris Yates dengan motor balap lain memudarkan anggapan tersebut. Motor elektrik ini ditantang oleh motor-motor dengan brand yang sudah tidak asing bagi para pecinta balap motor, yaitu Ducati, KTM, dan Honda. Dalam balap motor yang diadakan pada bulan Januari lalu, motor elektrik Chris Yates berhasil menempati peringkat kedua. Motor ini juga mencatat waktu lap tercepat serta berhasil mencapai kecepatan maksimum 254 kilometer per jam.
Nampaknya ini bisa menjadi awal mula dari turnamen balap di masa depan yang akan menggunakan kendaraan bertenaga listrik. Kendaraan yang (secara teori) ramah lingkungan bukan berarti tidak mampu berlari kencang


ForceShoe : Sepatu Penganalisis Gerak Jalan Pasien Stroke

Para penderita stroke biasanya mengalami kelumpuhan di salah satu bagian tubuhnya. Dalam proses penyembuhan, mereka diajak untuk belajar berjalan kembali. Untuk memastikan keberhasilan proses ini, gerakan dan tenaga yang dikeluarkan oleh pasien saat berjalan perlu dianalisis. Hingga saat ini, proses analisis ini hanya dapat dilakukan di laboratorium tertentu dengan biaya yang sangat mahal. Namun, para peneliti dari Universitas Twente mencoba untuk mengubah semua itu dan menghadirkan alat analisis yang dapat digunakan di pusat rehabilitasi dan rumah sakit mana pun.

Para peneliti dari Universitas Twente bekerja sama dengan Xsens, perusahaan milik universitas tersebut, menciptakan sebuah sepatu yang dapat digunakan untuk menganalisis gerak jalan pasien. Sepatu khusus ini dilengkapi empat modul sensor di bagian alasnya yang berguna untuk menganalisis gerakan dan tenaga yang dikeluarkan pasien saat berjalan. Kemudian, data yang didapatkan melalui sensor tersebut dapat dikirim ke komputer dengan menggunakan koneksi wireless.
Selain untuk membantu proses penyembuhan penderita stroke, Prof. Peter Veltink percaya bahwa sepatu ini dapat diaplikasikan di luar bidang medis. Salah satunya adalah untuk melihat seberapa berat beban yang ditanggung oleh pengguna di saat bekerja. Data seperti ini terkadang dibutuhkan perusahaan asuransi. Prof. Velting menambahkan bahwa sepatu ini juga berpotensi untuk menjadi alat bantu di dunia olahraga.
Universitas Twente dan Xsens akan meluncurkan sepatu ini ke pasaran dengan nama ForceShoe. Berdasarkan rencana jangka panjang mereka, sepatu ini nantinya juga dapat dibeli setiap individu yang ingin mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hal ini cukup aneh kalau sampai terjadi, mengingat sepatu tersebut memiliki bentuk serupa dengan gabungan antara sandal gunung dan sepatu pogo.


Rabu, 08 Juni 2011

15 Gunung tersulit didaki


 Agulha do Diabo Brazil

Bugaboo Spire, Columbia-Kootenay, Canada



Cerro Torre, Patagonia, Argentina

Dead Horse Point


El Capitan, Taman Nasional Yosemite, California

Gunung Roraima


Gunung Thor, Baffin Island, Nunavut, Canada



Las Torres de Vajolet, Italian Alps


Las Torres, Taman nasional Torres del Paine, Patagonia


Meteora yunani


Prekestolen, Dataran Tinggi Kjerag, Forsand, Norway


Puncak Tak Bernama



Saint Matterhorn, Zermatt, Switzerland


Shiprock, New Mexico


Spider Rock

K2 (Karakoram)

Ketinggian : 8.611 mdpl (28.251 ft)
Lokasi : Pakistan – RRC
Barisan Pegunungan : Karakoram
Koordinat : 35°52'57"N 76°30'48"E
Pendakian Pertama : Achille Compagnoni & Lino Lacedelli (31 July 1954)
Setiap tahun, Everest menarik perhatian seluruh dunia. Para pendaki memanjat gunung tertinggi di dunia dengan dilihat langsung oleh jutaan orang yang mengikuti perjalanan mereka lewat internet.
Selagi Everest ditutup, sekitar akhir bulan Mei, kisah yang lain terjadi. Kisah ini mengenai musim pendakian Karakorum di Pakistan dan China, yang biasanya lepas dari mata media internasional, pendaki-pendaki papan atas dunia berkumpul di sini pada bulan Juni dan Juli untuk mendaki puncak-puncak bersalju tersulit. Dan mahkota dari semua puncak itu bernama K2. 

Gunung Biadab yang paling diingini oleh setiap pendaki
Dijuluki “Gunung Biadab” atau “Gunung Para Pendaki” – K2 di Karakoram adalah puncak tertinggi kedua di muka bumi dan termasuk tiga puncak tersulit di dunia. Dengan puncak setinggi 8 661 meter (28 250 kaki) dan cuaca yang lebih dingin dan lebih sulit diramalkan dari Everest, mencapai puncak K2 dan turun kembali dengan selamat adalah mimpi setiap pendaki veteran.
K untuk Karakoram
K adalah singkatan dari Karakoram dan K2 pertama kali dipuncaki pada 31 Juli 1941. Dan semenjak itu, termasuk hasil minggu kemarin sebanyak 15 kali, total ada sekitar 285 kali dipuncaki (bandingkan dengan 344 kali untuk Everest hanya pada musim semi lalu, dari total ribuan kali) Jika termasuk 11 korban jiwa saat ini, 77 pendaki telah tewas di K2, tiga puluh satu orang saat turun dari puncak. Dalam hal jumlah korban jiwa, K2 adalah gunung maut urutan ketiga di dunia, setelah Nanga Parbat dan Annapurna, meskipun statistik terakhir bisa jadi merubah urutannya.
Statistik K2 untuk pendaki perempuan benar-benar darmatis. Malah ada yang bilang K2 adalah kutukan untuk perempuan. Dari 12 orang perempuan yang mencapai puncaknya, tiga orang tewas saat turun dan dua orang lagi tewas di puncak 8 000 meter lainnya.



Shangri-La dari rasa takut
Berada di tengah-tengah surga yang terpencil, K2 dianggap bagian dari Shangri-La fiksi yang ditulis oleh James Hilton dalam buku Lost Horizon. Walaupun berbahaya gunung ini terus menarik pendaki ke lereng cadasnya yang gelap kelabu. Gunung ini adalah rasa takut yang amat sangat yang harus dihadapi dan ditaklukan oleh para pendaki yang menginginkan pencapaian. Mendaki Everest, menjadikan anda pendaki kelas dunia, memuncaki K2 menjadikan anda pendaki sejati diantara para pendaki.
Sejarah darah dan kejayaan – K2 100 tahun lalu
Percobaan pendakian pertama K2 adalah pada tahun 1902. Salah seorang anggota ekspedisi neraka ini adalah ‘manusia paling jahat di dunia’ sekaligus seorang pendaki yang ulet Crowley. Dia tercatat telah melakukan berbagai pendakian solo yang penting di West Alps, diantaranya adalah pendakian pertama. Hanya dalam waktu beberapa tahun dia melaju dengan cepat ke papan atas dunia persilatan cukup untuk membuat iri hati para pendekar senior.
Setelah membuat sakit hati hampir seluruh anggota dunia persilatan pada pergantian abad ke-20 termasuk melepaskan beberapa ‘serangan’. Crowley meninggalkan kampung halamannya di London. Seorang pendaki berbakat menemukan jalannya menuju ekspedisi K2.
Pertanda Buruk
Pertanda buruk pada pendakian pertama ke K2 adalah penangkapan Eckenstein, sang pemimpin ekspedisi. Rumor yang beredar, musuh lama Eckenstein, dia lah William Conway, yang kemudian menjadi ketua Alpine Club, mengatur penahanannya di Kashmir.
Tiga minggu kemudian Eckenstein dibebaskan dan bergabung dengan teamnya di base camp hanya untuk bertengkar mengenai rute pendakian. Crowley yang kurang ajar sekaligus ajaib menginginkan pendakian lewat Punggungan Tenggara tetapi team memutuskan pendakian Puncak Timur Laut. Ternyata, Crowley benar, team harus turun pada ketinggian 6 000 meter. Untuk menegaskan pendapatnya saat didera frustasi karena kegagalan, Crowley mencabut sebuah revolver dan mengancam beberapa anggota team. Ekspedisi disusun ulang dan pendakian kedua direncanakan.
Kembali dari udara tipis menuju kabut heroin
Percobaan pendakian kedua, kali ini melalui saddle antara K2 dan Skyang Kangri ( Sans: Tangga ke Puncak, 7 544 m), yang merupakan balas dendam bagi Crowleys dan skill mountaineringnya yang memang di atas rata-rata. Sementara pendaki lain menderita karena pulmonary edema, Crowley adalah satu-satunya orang yang memberi keputusan dan memerintahkan untuk turun gunung membawa mereka yang sakit. Keputusan ini menyelamatkan nyawa mereka, tetapi membuat team tidak berhasil mencapai puncak. Setelah ekspedisi, Crowley jatuh ke dalam pelukan heroin. Kelakuannya yang aneh menjadi semakin ajaib dan prilaku serta tingkah lakunya dari hari ke hari menjadi semakin parah.
Suatu hari dia bilang bahwa istrinya adalah seekor kelelawar, Crowley memaksanya untuk tidur di kamar mandi dengan kaki diikat ke atas semalaman. Bagaimana pun sampai akhir hayatnya, Aleister Crowley, adalah bagian dari sejarah pendakian, dan termasuk sedikit orang yang pernah mencoba mendaki K2 untuk pertama kalinya.
Korban Pertama
Pada tahun 1939 pendaki legendaris, Frits Wiessner, memimpin sebuah ekspedisi yang naas ke K2. Wiessner, seorang Amerika terlahir di Dresden, hanya 200 meter dari puncak ketika dipaksa untuk turun. Tragedi dan kelelahan menimpa ekspedisi ini dan Wiessner tidak pernah punya kesempatan lagi untuk mencapai puncak.
Dari lima belas anggota team tergerus menjadi hanya lima orang saat mencapai Camp VII, yaitu Wiessner, Dudley Wolfe, seorang jutawan yang juga penggila memanjat dan berlayar, serta tiga orang sherpa. Tiga hari kemudian, hanya tersisa Wiessner dan Pasang Dawa Lama. Mereka mencapai ketinggian 8 380 meter, sebelum turun, Hanya 200 meter dari puncak, Pansang tiba-tiba menjadi takut akan bangkitnya amarah dewa gunung dan menolak untuk melanjutkan perjalanan.
Pasang memohon untuk balik ke camp dan mencobanya besok hari. Saat turun menuju camp, kedua orang tersebut kehilangan crampon, malam merubah salju menjadi es dan usaha mendaki keesokan harinya tak membuahkan hasil. Kekecewaan yang taktertahankan, tapi ini bukan lah akhir dari cerita.
Camp-camp yang kosong
Sesampai di Camp VII Wiessner dan Pasang mendapati Wolfe sendirian, tanpa perbekalan dan sakit berat. Kemudian mereka melakukan perjalanan turun dari camp ke camp tanpa menemukan para pendaki yang lain mau pun perbekalannya. Wolfe sudah sangat lemah untuk melanjutkan perjalanan, dia ditinggalkan di tenda, sementara yang lain turun mencari bantuan. Team rescue dibentuk di base camp tapi hanya satu orang yang kembali. Wolfe dan tiga orang sherpa dinyatakan hilang, mereka adalah korban pertama K2.
Jika Fritz Wiessner saat itu mencapai puncak, dia akan menjadi orang pertama yang menjejakan kakinya di puncak dengan ketinggian 8000 meter lebih, delapan tahun sebelum Annapurna sukses dipuncaki. Juga akan menjadi orang yang memuncaki gunung tertinggi nomor dua di dunia tanpa tabung oksigen, sebuah pencapaian yang empat puluh tahun melampaui jamannya.
Keabadian yang hilang dalam sekejap
Sebagaimana yang pernah ditulis oleh Wiessner, “Bisa jadi yang ditawarkan kepadamu dalam sekejap adalah keabadian dan tidak akan pernah terulang lagi.” Walau pun kekecewaannya bisa dipahami namun apa yang telah dicapainya bukan tanpa arti dan selamanya tercatat di buku besar sejarah mountaineering.
Fritz Wiessner adalah penemu dan perintis Shawangunks, bersama Hans Kraus. Dia juga melakukan pendakian pertama ke Mt. Waddington, bersama Bill House pada tahun 1936. Juga pendakian pertama Devil’s Tower tahun 1937.
K2 lima puluh tahun lalu – sebuah kontroversi
Setelah beberapa kali usaha pendakian yang gagal, K2 akhirnya berhasil dipuncaki pada tahun 1954 oleh orang Itali bernama Lino Lacedelli dan Achille Compagnoni. Walau pun setelah itu ada simpang siur mengenai apa yang terjadi pada pemanjatan pertama ini.
Awal bulan Juni tahun 1954 sebuah team kurang lebih dua belas orang meninggalkan sebuah camp di ketinggian 4 000 meter. Akhir bulan Juli empat orang berhasil mencapai camp VII, sekitar 200 meter dari puncak. Pendakian final dilakukan oleh Lino dan Achille dan berhasil tanpa tabung oksigen…paling tidak begitu menurut kabar resmi.
Dua orang yang menunggu di camp VII, mereka adalah Walter Bonatti, 24 th saat itu, dan porter Hunza, bernama Mahdi, mereka ditugaskan untuk membawa tabung oksigen. Menurut cerita Bonatti, -dia adalah orang yang pertama kali mendaki Gasherbrum IV tahun 1958-, dia dan Mahdi tidak bisa mensuplai tabung oksigen kepada dua pendaki utama karena cuaca buruk dan gelap. Lalu, atas instruksi Lino, mereka diminta untuk meninggalkan tabung oksigen dan bersiap-siap untuk turun.
Cuaca buruk lah yang memaksa pemanjat muda ini dan porter lokalnya untuk segera meninggalkan camp di tengah salju, sementara kedua pendaki utamanya tidak memberikan bantuan, bahkan tidak membolehkan mereka untuk tetap di tenda.
Kehinaan
Nama-nama mereka yang berhasil mencapai puncak tidak dipublikasikan sampai ekspedisi pulang ke negaranya. Akhirnya, ketika diumumkan, Lino dan Achille dirayakan sebagai pahlawan nasional. Perayaan terhenti sepuluh tahun kemudian, ketika sebuah koran Italia menuduh bahwa Bonatti mencuri tabung oksigen dan melakukan pendakian solo mendahului Lino dan Achille.
Bonatti menggugat balik atas pencemaran nama baik dan dia menang, tetapi dia diasingkan oleh komunitas pemanjat. Bonati, sebagai pemanjat membalas dengan caranya sendiri: pemanjatan solo, pendakian perintis, jalur teknis baru di seluruh dunia, metode dan perencanaan pemanjatan yang lebih elegan, Bonatti membuktikan tanpa ada bayangan keraguan, bahwa dia adalah salah satu pemanjat terbaik pada jamannya, bahkan sepanjang sejarah climbing, sampai dia mengundurkan diri dari mountaineering tahun 1965.
Bonatti kemudian menerbitkan buku “The Mountains of My Life, sebuah autobiografi yang juga menceritakan ekspedisi tahun 1954. Di buku ini Bonatti menyampaikan bukti bahwa dia tidak bersalah, termasuk sebuah foto, Lino dan Achille mengenakan masker oksigen di puncak.
Penebusan
50 tahun setelah ekspedisi tahun 1954 ke K2, Lino Lacedelli yang sudah sangat sepuh – yang selama ini hanya diam- tidak sanggup menutupi kebenaran hingga liang lahat. Dalam sebuah buku yang diterbitkan tahun 2006, dia bersaksi apa yang sesungguhnya terjadi di K2, yang kemudian merubah sejarah. Lino juga memanggil Bonatti untuk meminta maaf, tetapi sang pemanjat tidak bersedia menanggapi. “Sudah terlambat,” katanya.



”Mendaki Everest, menjadikan anda pendaki kelas dunia, memuncaki K2 menjadikan anda pendaki sejati diantara para pendaki”.

Selasa, 07 Juni 2011

Senjata Hebat (M 18)

Bagi tentara yang sedang bertempur, senjata sudah menjadi bagian dari dirinya. Senjata sudah menjadi barang wajib yang harus dibawa. Tidak ada senjata sama dengan mati. Untuk itulah pengembangan senjata dilakukan terus menerus. Demikian juga dengan Amerika.

Sebagai negara yang hobi berperang, negara ini dituntut mengembangkan senjata bagi tentaranya, agar menang di pertempuran tentunya. Seperti yang ada di atas. Senjata itu bernama M-18 Elite. Senjata ini dilengkapi dengan banyak perlengkapan digital. Bahkan, senjata ini dilengkapi juga dengan kamera yang akan online dengan Presiden, house commitee, bahkan akan online juga di CNN. Jadi, si tentara harus menunggu perintah dulu dari atasannya apakah dilanjutkan menyerang, membatalkan serangan atau menembak musuh. Ya.. jika si presiden tidak tega dengan musuhnya mungkin pasukannya akan diminta mundur atau membiarkan musuhnya hidup.

Menurut rencana, semua gambar yang dikirim tadi akan dilewatkan melalui satelit khusus sebagai media perantara. Senjata ini akan membuat tentara semakin menjadi “boneka” bagi atasannya, atau “juru kamera” bagi CNN. Kacian deh lu....